Just Another Sharing Part II: The Facts About Prayer

•March 30, 2013 • Leave a Comment

Kamu percaya dengan doa? Kalau saya, tanpa ragu – ragu mengakui, saya percaya dengan kekuatan doa! Saya berani mengatakan percaya karena doa saya dikabulkan. Tuhan terkadang tidak mengabulkan doa kita, bukan karena dia tidak mau, tetapi karena Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Dan cara Tuhan menjawab doa kita, terkadang tidak terduga. Kali ini saya ingin sharing mengenai doa – doa saya yang terkabul:

  1. Waktu masa-masanya sedang sibuk menyusun skripsi sampai tahap sidang, saya banyak mengalami berkat Tuhan. Komputer di rumah saya bisa dibilang mati segan hidup tak mau. Baru mengetik sebentar, layarnya langsung ngadat. Pokoknya bikin sakit mata dan bikin mau nangis. Karena keadaan komputer saya yang begitu, makanya saya bolak balik rental, demi mengetik skripsi. Tapi karna terjadi sesuatu hal, saya harus mengetik skripsi dari awal. Saya sempat bingung karena itu berarti saya harus ke rental. Akhirnya saya bertekad menggunakan komputer saya yg agak rusak itu. Namun, sebelum menggunakan kompie, saya berdoa.  Saya mohon bantuan Tuhan, supaya saya bisa menyelesaikan skripsi saya dengan kompie itu. Dan ajaib, saya bisa menyelesaikan skripsi saya seutuhnya dengan kompie itu.
  2. Saya masih ingat waktu saya mau sidang skripsi. Waktu itu hari senin. Tahu sendiri dong hari senin keadaan lalu lintasnya bagaimana. Saya mau naik taksi, tapi gak ada yg lewat sama sekali. Saya sudah panik dan nyaris putus asa. Dan saya kembali berdoa di dalam hati. Tuhan, tolong bantu saya. Saya mau sidang skripsi dan harus cepat sampai di kampus. Saat ini saya perlu taksi. Dan, tiba2 di kejauhan, saya bisa melihat taksi kosong menuju ke arah saya. Blue Bird pula dan langsung berhenti di depan saya.
  3. Saya terombang ambing di antara dua pilihan. Bekerja kantoran atau menjadi seorang penulis. Sebenarnya keduanya bisa berjalan beriringan. Tetapi saya masih ragu, apakah saya bisa jadi seorang penulis atau tidak. Karena bingung, untuk kesekian kalinya saya meminta petunjuk dari Tuhan. Kalau memang Tuhan merestui saya untuk menjadi seorang penulis, mohon agar mengirimkan petunjuk. Keesokan harinya saya mendapatkan email yang dikirimkan langsung ke saya. Sampai sekarang saya tidak tahu kenapa email itu bisa sampai ke saya. Email itu terus dikirimkan ke saya sampai sekarang. Isinya segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia tulis menulis. Bagi saya pribadi, itu merupakan suatu petunjuk.
  4. Ada yg bilang, doa anak kecil itu lucu, lugu dan polos. Sewaktu saya masih SD, saya sangat suka dengan serial kartun Saint Seiya. Saya tidak pernah ketinggalan utk menyaksikannya. Tapi, siang itu mati lampu. Saya cemas sekali tidak bisa menonton serial itu. Hehehehehe. Jadi saya berdoa. Saya meminta kepada Tuhan, agar listrik hidup dan saya bisa menonton Saint Seiya. Yah, namanya juga anak kecil. Doanya yah doa anak kecil. 🙂
  5. Kalau ini doa waktu memasuki masa puber. 🙂 Saya teringat sewaktu pertama kali masuk SMP. Di kelas saya, ada siswa cowok yg lumayan ganteng. Begitu melihatnya, saya langsung suka. Ketika guru saya berencana mengatur tempat duduk, saya berdoa dan meminta supaya saya duduk sebangku dengan dia. Doa  itu memang terkesan lucu dan agak aneh. Bagaimana mungkin saya bisa meminta supaya bisa duduk sebangku dengan siswa pria itu. Dan ternyata doa saya terkabul.  Dan siapa sangka pula, sejak saya duduk bareng dia, saya memiliki kisah yg saya sesali sampai saat ini. Untuk kisah ini akan saya sharing di lain waktu.
  6. Salah satu kekuatan doa yang saya syukuri sampai sekarang ketika saya mencari pekerjaan. Saya pernah menganggur cukup lama. Atas anjuran seseorang, saya melamar di suatu tempat dan diterima. Tetapi saya kurang puas dengan persyaratannya. Jadi saya agak ragu apakah menerima atau tidak. Di hari mereka menyuruh saya bekerja, saya mendapat panggilan tes di tempat yg lebih bagus. Saya ragu2 antara memenuhi panggilan yang belum tentu diterima ato langsung bekerja tetapi dengan perasaan ragu2 dan kurang puas. Saya tidak henti2nya berdoa, karena saya cuma punya satu hari utk memutuskan. Saya sampai stres. Saya khawatir kalau saya tidak menerima tawaran bekerja, saya berarti menolak berkat Tuhan. Terlebih lagi saya cukup lama menganggur. Tetapi setelah menimbang baik buruknya, akhirnya saya putuskan utk menolak tawaran bekerja. Saya memilih memenuhi panggilan tes yg belum tentu diterima. Karena keputusan saya itu, saya sempat dicap keras kepala dan terlalu pemilih dalam bekerja. Tetapi saya tetap pada keputusan saya. Saya memang lulus tahap pertama di perusahaan ternama itu. Tetapi, tes tahap kedua saya gagal, padahal tesnya sederhana. Saya sampai menangisi kegagalan itu. Saya sampai bertanya2, apakah saya telah melakukan kesalahan dlm mengambil keputusan? Saya sedih dan sempat stres. Tetapi hidup harus berlanjut. Saya terus melamar kerja. Tetapi pikiran apakah saya telah salah mengambil keputusan terus ada. Sampai akhirnya beberapa bulan kemudian, Tuhan menjawab pertanyaan saya. Melalui cara yang unik dan tidak terduga, Tuhan menjawab doa saya. Dihari saya gagal seleksi di suatu perusahaan, saya mendapat panggilan dari BINUS. Berbagai tahap saya lalui hingga akhirnya saya bekerja di sini sampai sekarang.

Kesimpulannya? Doa itu sangat kuat. Tuhan tahu apa yang paling kita perlukan dan yang terbaik untuk kita. Jadi jangan pernah berpikir doa kita tidak dijawab. Tuhan pasti menjawab doa kita dgn cara2 yang tidak terduga, karena Dia bekerja dengan cara misterius. Masih banyak kekuatan2 doa yang pernah saya alami. Ayah saya terkena stroke, namun berkat doa dan kemurahan Tuhan, ayah saya masih sanggup membiayai kuliah keempat anaknya sampai menjadi sarjana. Tuhan juga yg pernah menyembuhkan ayah dan ibu saya dari sakit parah. Jadi, keajaiban doa selalu terjadi. Kita hanya perlu melatih mata kita utk melihatnya.  (^.*)

Advertisements

Just Another Sharing Part I: The Facts About Bus…

•March 30, 2013 • Leave a Comment

Naik bus itu ada enaknya dan tidak enaknya. Sejak pertama kali naik bus sampai sekarang, saya selalu menemui berbagai kejadian yang menarik. Dari kejadian – kejadian yang saya temui ataupun saya alami, saya bisa mendapatkan pelajaran berharga. Pelajaran yang mengajarkan saya untuk menjadi manusia yang lebih rendah hati, supaya senantiasa waspada, berempati kepada orang yang ada disekitar saya dan yang paling utama yaitu mensyukuri apa yang telah saya peroleh dalam hidup ini. Berikut ini saya adalah pengalaman – pengalaman saya selama naik bus dan saya ingin membaginya dengan teman – teman:

  1. Karena tidak sabar menunggu bus AC yang kosong dan ingin cepat sampai di rumah orang tua, saya pernah main langsung naik . Gak tahunya busnya penuh sesak dan untuk pertama kalinya saya berdiri dari Jembatan Baru Cengkareng sampai depan Kantor KPU. Rasanya???? Tidak terungkap dengan kata2.
  2. Saya pernah naik bus dari Slipi dan berdiri. Tiba – tiba cewe yg duduk di depan saya bangun dan menyuruh saya duduk. Tetapi karena saya kurang cepat, akhirnya kursi itu diambil penumpang lain. Lalu, cewe yg ngasih kursi itu, menegur penumpang tidak sopan itu. Dia ngomong gini: “Mbak, kok mba duduk sih? Saya kan kasih kursi saya buat ibu ini. Dia sedang hamil.” HA??? Saya kaget. Jadi saya ditawarin kursi karen saya dikira hamil??? Tidak disangka, karena badan yg gemuk dan perut yg besar, saya dikira  hamil??
  3. Ada untungnya juga jadi orang Batak. Waktu pulang kuliah, bus yang saya naik penuh sesak. Karena waspada dengan copet, saya berdiri dekat jendela dengan ransel yang saya taruh di depan. Tiba2 naik segerombolan orang. Insting saya langsung bilang supaya waspada. Dan, ternyata, mereka memang copet dan langsung berdiri di depan saya. Dan saya bisa merasakan, ada yang merogoh kantong saya dan saya langsung terkaget2. Saya pelototin mereka. Dan mereka pun kaget karena tidak menyangka saya tahu. Dan, ternyata…..mereka ngomong pake bahasa batak. Sebagai orang Batak, saya tahu dong mereka ngomong apa dan akhirnya, mereka tidak berhasil. Jadi, ini pelajaran berharga buat copet. Jangan pernah pake bahasa ibu di depan penumpang. Siapa yang tahu kalau penumpangnya berasal dari daerah yang sama…
  4. Saya sering mengalami kejadian hampir dicopet. Tapi sebagaimana pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Ya, krn lengah, akhirnya saya kena juga. Dan akhirnya saya merasakan bagaimana dicopet. Kesal dan saya menangis. Tetapi sebagaimana orang Indonesia yang selalu bilang “untung saja…..” saya juga melakukan hal yg sama. Untung saja saya bawa uang cuma 7o ribu. Coba kalo banyak, tambah menjadi2 deh nangisnya. Hehehehehehe…
  5. Kalau lagi naik bus dan ketemu pria berwajah mesum dan ud mulai nempel2 ke penumpang cewe, saya nasihati agar langsung menjauh. Biasanya kalau bukan copet, itu pria yg bakal melakukan pelecehan. Kalau misalnya ketemu orang yang kayak gini mending langsung dihajar. Gak usah pake acara ngomong segala, karena biasanya mereka gak perduli semarah apapun kita.
  6. Sebelum tidur di bus, ada baiknya latihan cara tidur yg baik di bus. Hehehhehe. Biar gak malu2in gitu loh. Soalnya di bus, saya sudah melihat berbagai macam gaya tidur. Ada yg tidur, ilernya ke mana2, ada yg mulutnya terbuka lebar (ud kayak goa aja), ada yg badannya miring ke mana2, ada yg tidur tapi gak bergerak (gak tahu deh masih hidup ato ngak) dan ini yg hebat. Ada yg tidur sambil berdiri!!! Gak tahu deh caranya gimana…
  7. Kalau mau nawarin kursi buat orang yg diri, lihat2 dulu ya. Jangan sampai salah ngasih. Hehehehehe.. Saya pernah ngeliat anak muda ngasih kursinya ke ibu2 yg bawa anak. Eh, setelah dikasih, yg duduk ibunya, anaknya malah justru disuruh diri. Ckckckckc. Kalau anaknya sudah besar sih gak papa kali disuruh diri. Lah ini, anaknya masih kecil masa disuruh diri?? Anaknya perempuan pula. Kejadian lainnya, biasanya saya turun di slipi jaya. Waktu itu saya diri. Pas di depan MPR, ada penumpang yg memberikan kursinya pada saya. Eh tidak disangka2, jalanan macet total. Walhasil dia harus berdiri lebih dari 30 menit. Mudah2an dia tidak menyesal. 🙂
  8. Kalau mau duduk, lihat2 dan cium dulu bau orang yg duduk disebelah kita. Kalau terlalu bau, kita bakal sengsara. Terlalu wangi juga salah, karena bisa2 kita gak nafas. Saya pernah duduk sama bapak2 yg wanginya luar biasa. Kalau saya sih mending duduk sama orang yg gak bau, tapi juga gak terlalu wangi…..
  9. Kalau ada pengamen, saya sarankan hati2 juga. Kalau pengamennya baik sih gak papa. Tapi bagaimana kalau pengamennya galak? Nah, itu yg bikin keder. Ada kejadian menarik niy. Saya kan  memakai simbol keagamaan. Suatu malam ada pengamen yg menyanyikan lagu yg sesuai dengan agama yg saya anut. Karena saya tidak memberikan, pengamennya bilang gini ke saya, “mending kalungnya dicopot aja deh mbak”. Weitsss, baru kali ini saya disindir. Memangnya salah ya, kalo gak ngasih? Pernah juga saya ketemu pengamen yg ngamuk. Karna dari satu bus, dia hanya dpt Rp 3000 saja. Karna kesal, dia lemparkan semua uang itu ke seluruh penumpang. Ada juga pengamen karna gak banyak yg ngasih, dia memaki2 seluruh penumpang. ckckckckckck. Pernah juga ada pengamen yg bilang gini: “bagi yg ngasih, saya doakan masuk surga. bagi yg tidak ngasih, saya doakan masuk surga juga tapi belakangan masuknya”. wedew. aneh2 saja. Satu saran saya bagi penumpang yg sering dengar MP3 player. Kalau pengamen meminta uang dan kita tidak memberikan, tidak ada salahnya kita melepas earphone sebentar dan mengatakan maaf kepada mereka. Mereka akan merasa lebih dihargai.
  10. Setiap naik bus, jangan lupa bawa koran bekas. Kalau misalnya bus penuh dan kita terpaksa berdiri dan masih ada tempat dekat di tangga dekat bus, koran itu bisa kita pake buat alas duduk. Tapi saya pernah melihat ada penumpang yg bawa kursi kecil dan bisa dilipat. Boleh juga tuh idenya kalo misalnya gak kebagian duduk.
  11. Kalau naik bus, paling seram kalo ketemu orang yg ngaku2 baru keluar penjara. Yg ini niy yg bikin keder. Ada yg pernah pake acara nunjukin surat pembebasannya lagi. Kalau yg ini mah, mending angkat bendera putih. Saya mah kasih aja. Abis ngeliat tampang dan suaranya saja, ud bikin nyali ciut. Namun, kebenaran cerita mereka diragukan karna kejadian ini sudah sering terjadi di bus. Tapi, karena cara meminta mereka dgn cara memaksa, yah, kalo saya sih kasih saja.
  12. Saya selalu menemui berbagai jenis orang di bus. Saya melihat pengamen, pedagang, pengemis, dan lain2. Cara mereka meminta bantuan berbeda2. Berbagai versi cerita saya dengar. Ada yg baru kena PHK, ada yg keluar dari penjara, ada yg tidak kunjung mendapatkan pekerjaan dan masih banyak lagi. Pertemuan saya dengan mereka, mengingatkan saya, bahwa sudah sepantasnya saya mensyukuri apa yg saya miliki. Jangan pernah mengeluh atas apa yg kita miliki, tetapi justru sebaliknya. Syukurilah apapun yg kita miliki.

Sebenarnya masih banyak pengalaman  untuk saya bagi. Masalahnya saya sudah lupa. Nanti, kalau sudah ingat, saya bagi lagi. Semoga sharing dan tips ini bermanfaat buat teman2….^^

My JYJ Story Part 1

•March 30, 2013 • Leave a Comment

As per request from my fellow Chunsas, i want to share my JYJ (Jae Joong, Yoo Chun, Jun Su) fan girl story to all of you. Hopefuly my story won’t bring hurt feeling for the reader. Just read it with open heart and minded. If you want to say something regarding my story, feel free to inform me ..

Happy read, guys and please forgive my terrible, horrible and bad English…

Here we go…

Being a JYJ fans is one of unpredictable things in my so called life. No wonder, because I’m more into K-drama than K-Pop world. I have no idea, what is K-Pop music. I do listening some K-drama soundtracks but i don’t know is it counted as K-Pop or not. After all, these three magnificent boys is swimming under my radar for years. That’s why it’s pretty hard for me to recognize their talents.

I’ve become their fans at my 30’s… I know it’s late. But hey, wise men said… better late than never…  The reason, why I’m late because it took a very long time and lot of considerations, before I decided to become a fan of these three talented young men. If i have to describe the process, it’s like choosing a men to become your boyfriend/husband. You have to make sure that he’s more than good looking.  The other reason is … I’m a Librarian girl and we all know the habit of some Librarian people, always full of considerations .. Yes, I know… it sounds weird and funny. But, guys.. that’s the truth..

To be honest, my journey about JYJ is started from DBSK. I believe some of us have the same experience. However, I won’t share that part in this thread. It’s a sensitive issue and it’s better to keep it for myself for this moment.

I still remember, when i read JYJ article for the first time. It was in Indonesian tabloid. It’s an article about their upcoming concert in Indonesia. However, I don’t pay any attention because I’m not their fan. I have a negative POV about K-boyband. So, it’s really hard for me to become fan of K-boyband. Believe me, guys. It’s very hard.

My POV hasn’t change when i read an article about Sungkyunkwan Scandal in famous K-drama blogger. The article said, Park Yoo Chun will act in K-drama for the first time and it’s Sungkyunkwan Scandal. My first reaction was, hey… i know this boy.. he’s a former DBSK member. A questions pop in: can he act? Some of comments in those blog is persuading me and makes me believe that idol can’t act. They just got the advantage because of their idol status and i believe that. So, when the drama aired, i never have any interest to watch it. Not even read the recaps (silly me… lol)..

However, i can’t run from Yoo Chun forever .. Yeah, he’s chasing me anywere i go….  Everything change at the beginning of 2011. As a regular visit of that K-Drama blog, i can’t take my eyes from Sungkyunkwan Scandal (SKKS) article. That drama is really popular among the blog visitors and they keep talking about that. It’s “bothering” me in a good way. So, ladies.. finally i decided to give a big try to watch that drama…

And it’s not wrong decision. That drama is really good. I watch that drama completely less than one week… (really impressive, how about missing you? Have you move on from ep. 7?)  .. I’m quite surprise when i see Yoo Chun acting. I’m trying to be objective here, ladies. Yoo Chun acting it’s not extraordinary, but it’s not bad either..  He’s good as a rookie..  If some of you read the novel,  you might think that Lee Seon Jeon is like Joseon Yoo Chun version,  so i can’t imagine if Lee Seon Jeon portrayed by other actors. Lee Seon Jeon is destined to be portrayed by Yoo Chun himself.

Enough about Yoo Chun (sorry dear, it’s JYJ turn right now) … SKKS has special in my heart. Why so? It’s because this drama bring me closer to JYJ.

The best thing about SKKS (beside the storyline and the characters) is the soundtracks. Gosh, the soundtracks is so beautiful and romantic. The voice behind that songs, is so good. Usually, i don’t care about the ost singers. But not with SKKS. The voice is too good to forget and I know it was JYJ behind those three wonderful SKKS soundtracks. Chajatta (Found You) by JYJ, Too Love by Jun Su and For You It’s Separation, For Me It’s Waiting by Jae Joong.

Those songs makes me want to know the singers deeper. To be honest, I do know who they are, but it’s only a little. During the searching period (thanks to uncle Google and aunt Wiki), i find out the real story about JYJ. I finally found the story of the lawsuit, the banned and all the rumours surround them. Those articles really broke my heart especially the part when they fight for their rights, the part when their leave the agency with nothing, the part when they are banned and blocked because of irrational reasons, the part when they asked to be performed in some events but it was cancelled suddenly and many more. I’m not their fan but it hurts me deep inside.

Okay, enough with the sad part, let’s move on to the best thing about JYJ. The best part that makes me fall in love with the three of them. I’m impressed with their vocals harmonization, their ability to create their own songs, their strong characters and their good personalities. Talking about strong characters, i believe it was formed during their difficulties moments and I admiring them because of that.

By looking at their past, following their current situation, understanding their obstacles, learning about their talents and personalities, finally i decided to become a Jae Joong, Yoo Chun, Junsu FAN 

I’ve know and realize what kind of things will be happen in the future if I choose JYJ. My beautiful and kind heart might get hurt.  But ladies, to be honest,  i don’t care about that. That’s not bothering me at all. For me personally, being a JYJ fan is just like an adventure. You will never know what will happen and I like that.

Another reason why I decide to become a JYJ fan is because I learn a lot from them. I got more than good music from them and here’s what i got as a JYJ fan: their courage to decide and take a risk is inspiring me, no matter how hard your situations, talents will help you to survive, obstacles will make you stronger and more creative, hardships will help to improve your character and makes you become more mature as individual, support from fans, family and friends become one of the greatest strength to face the hardship and always work hard to be the best.

My final words about JYJ.

I won’t close my eyes about their past as a former member of DBSK. I respecting their past and we can’t change it. I prefer to keep it as a good memories.

As a JYJ fan:  I prefer to see them from a far away with happy face and proud smile when they reach the best or the highest level of their career and stand very close to them, when they facing hardships and tell them, they have my fully support.

I might be not the best fan, but I’m trying to be the good one.

Hello world!

•May 9, 2012 • 1 Comment

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!